Jurnal Pendidikan Dasar Setiabudhi https://stkipsetiabudhi.e-journal.id/jpds <p>Jurnal Pendidikan Dasar Setiabudhi digagas untuk memberi wadah publikasi bagi dosen, guru, peneliti dan praktisi Pendidikan Dasar yang bertujuan untuk menampung gagasan dan kajian yang dilengkapi dengan hasil penelitian pada sekolah dasar.</p> STKIP Setiabudhi en-US Jurnal Pendidikan Dasar Setiabudhi 2580-9466 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SD NEGERI CIPETE 2 KOTA SERANG https://stkipsetiabudhi.e-journal.id/jpds/article/view/89 <p><em>This studyaimed to identify andanalyze whether there are differencesin Y (</em><em>critical thinking skills) between treatments A1(experimental class) and A2(control class). Knowingandanalyzing the effect ofthe interactionbetween theclass variabletr eatment(A) and themoderator variable treatment group(B) of thecritical thinking skillsof students. Knowing and analyzing the differencesin Y (students' critical thinking skills) in the treatmentgroupinthe experimental class(A1 B1) and the treatment groupinthe control class (A2 B2). Knowing and analyzing the differencesin Y (students' critical thinking skills) in the treatment group in the experimental class (A1 B2) and the treatment group in the control class (A2 B2). The method usedisan experimental method to use design treatment by level 2x2. The objectof this study Elementary School students Cipete 2 Serang. The results of this research note thatthere are differences instudents critical thinking skills after the treatmen tby using the model of Problem Based Learning (PBL) and mastery of science conceptsin the experimental classandthe control class, experimental class higher critical thinking skills than the control class.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Problem Based Learning (</em><em>PBL), IPA</em> <em>ConceptMastery</em><em>, and Critical Thinking Skills</em><em>.</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis apakah terdapat perbedaan variabel Y (keterampilan berpikir kritis) antara perlakuan A1 (kelas eksperimen) dan A2 (kelas kontrol). Mengetahui dan menganalisis pengaruh interaksi antara variabel kelas perlakuan (A) dan variabel moderator kelompok perlakuan (B) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Mengetahui dan menganalisis perbedaan variabel Y (keterampilan berpikir kritis siswa) pada perlakuan kelompok di kelas eksperimen (A1 B1) dan perlakuan kelompok di kelas kontrol (A2 B2). Mengetahui dan menganalisis perbedaan variabel Y (keterampilan berpikir kritis siswa) pada perlakuan kelompok di kelas eksperimen ( A1 B2) dan perlakuan kelompok di kelas kontrol (A2 B2). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan disain <em>Treatment by level 2 x 2. </em>Objek dari penelitian ini siswa-siswi SD Negeri Cipete 2 Kota Serang. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa setelah adanya perlakuan dengan menggunakan model <em>Problem Based Learning </em>(PBL) dan penguasaan konsep IPA pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, kelas eksperimen lebih tinggi keterampilan berpikir kritisnya dibanding dengan kelas kontrol.</p> <p><strong><em>Kata kunci: </em></strong><em>Problem Based Learning </em>(PBL), Penguasaan Konsep IPA, dan Keterampilan Berpikir Kritis.</p> Dede Kurnia Adiputra Usmaedi Usmaedi ##submission.copyrightStatement## 2020-07-01 2020-07-01 4 1 1 22 PERBANDINGAN METODE MENGAJAR BERMAIN DAN KOMANDO TERHADAP HASIL BELAJAR MENGGIRING BOLA BASKET https://stkipsetiabudhi.e-journal.id/jpds/article/view/90 <p><em>The aism this research to determine the difference between the skills of playing basketball command methods with conventional methods in terms of level of agility. This research use factorial design 2X2 with variable treatment are conventional methods and command methods and the dependent variable is the skill of playing basketball while moderator variables, namely agility. Samples were students of SMP Negeri 1 Binamu son some 60 people and divided 15 people each cell. Implementation of the experiment for 18 meetings. The research instrument used was a test dribbling (dribbling) and pass (passing) as well as the agility test with 4x10 meter shuttle run test. The results research showed that 1) the skills to play basketball group of students who are taught by the teaching methods of command (A1) is more like than any group of students who are taught by the teaching methods of conventional (A2) (XA1 = 31.43&gt; XA2 = 28.93), 2) a group of students taught by the teaching method command high Syahruddin &amp; Fitrianti Pengaruh Metode Pembelajaran dan Kelincahan Terhadap Keterampilan Bola Basket 2 agility (A1B1) better improve the skills of playing basketball significantly than the teaching methods of conventional high agility (A2B1) (XA1B1 = 38 226&gt; XA2B1 = 32.4), 3) There is no difference in the group of students who are taught by the teaching methods low agility command (A1B2) and conventional teaching methods agility low (A2B2) (XA1B2 = 24.6 = X A2B2 = 25 466). and 4) there is a significant interaction between method of teaching (A) and agility (B) the skills to play basketball (Fo = 12 497, sig = 0.001an</em><em>.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Command methods, conventional methods, basketball agility and skills to play ball</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan bermain bola basket antara metode komando dengan metode konvensional ditinjau dari tingkat kelincahan. Desain penelitian factorial 2X2 dengan variable perlakuan metode komando dan metode konvensional serta variable terikat adalah keterampilan bermain bola basket sedangkan variabel moderator, yaitu kelincahan. Sampel penelitian adalah siswa putera SMP Negeri 1 Binamu sejumlah 60 orang dan dibagi 15 orang setiap sel. Pelaksanaan eksperimen selama 18 kali pertemuan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes menggiring bola (dribbling) dan mengoper (passing) serta tes kelincahan dengan shuttle run test 4X10 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keterampilan bermain bola basket kelompok siswa yang diajar dengan metode mengajar komando (A1) lebih bak daripada kelompok siswa yang diajar dengan metode mengajar konvensional (A2) (XA1= 31.43 &gt; XA2 = 28.93), 2) kelompok siswa yang diajar dengan metode mengajar komando kelincahan tinggi (A1B1) lebih baik meningkatkan keterampilan bermain bola basket secara signifikan daripada metode mengajar konvensional kelincahan tinggi (A2B1) (XA1B1 = 38.226 &gt; XA2B1 = 32.4), 3) Tidak terdapat perbedaan kelompok siswa yang diajar dengan metode mengajar komando kelincahan rendah (A1B2) dan metode mengajar konvensional kelincahan rendah (A2B2) (XA1B2= 24.6 = X A2B2 = 25.466). dan 4) terdapat interaksi yang signifikan antara metode mengajar (A) dan kelincahan (B) terhadap keterampilan bermain bola basket (Fo = 12.497, sig = 0.001 &lt; α = 0.05).</p> <p><strong><em>Kata kunci: </em></strong>Metode Komando, Metode Konvensional, Kelincahan dan Keterampilan Bermain Bola Basket.</p> Taufik Hidayat Suharto Dedi Aryadi ##submission.copyrightStatement## 2020-07-01 2020-07-01 4 1 23 31 PENGEMBANGAN PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH DASAR https://stkipsetiabudhi.e-journal.id/jpds/article/view/91 <p>This study aims to develop traditional games, preserve the culture of the nation, and as a material in the learning of Physical Education. This research is research and development with steps:1) the potential and problems, (2) data collection, (3) the design of the product, (4), design validation, (5) design revisions, (6) the trial product, (7) product revisions, (8) product trials, (9) product revisions, (10) mass production. Small-scale trials conducted at State Elementary School 1 Muara Ciujung Timur totaling 30 students, large-scale trials in School Negeri 1 Rangkasbitung Barat with the number of 30 students, and Islamic Primary School Insan Karima &nbsp;the number of 20 students,the total of of students are 80. Research this development produces five kinds of traditional games that are: (1) the Panting game, (2) the Lempar Kaleng game, (3) the Pikak game, (4) The Cas-casan game and, (5) the yeye game. From assessment by questionnaire by experts, practitioners, students on small-scale trials and large-scale trials, then analyzed. Based on the results of research and data analysis that the traditional games developed show significant progress and declared very good and feasible, so it is advisable to physical education teachers to apply this traditional game to elementary school students.</p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><strong><em>Traditional Games, Learning, Physical Education</em></strong><strong><em>.</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan tradisional, melestarikan budaya bangsa, dan sebagai materi dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan langkahlangkah: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4), validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba produk, (9) revisi produk, (10) produksi masal. Uji coba skala kecil dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 1 Muara Ciujung Timur berjumlah 30 siswa, uji coba skala besar di Sekolah Dasar Negeri 1 Rangkasbitung Barat dengan jumlah 30 siswa, dan Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Karima jumlah 20 siswa, jumlah siswa 80. Penelitian pengembangan ini menghasilkan lima macam permainan tradisional yakni (1) permainan Panting, (2) permainan Lempar Kaleng, (3) permainan Pikak, (4) permianan Cascasan dan, (5) permainan Yeye. Dari penilaian melalui angket oleh para ahli, praktisi, dan siswa pada uji coba skala kecil dan uji coba skala besar, kemudian dianalisa. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data bahwa permainan tradisional yang dikembangkan menunjukkan kemajuan yang signifikan dan dinyatakan sangat baik dan layak, dengan demikian sangat disarankan kepada guru pendidikan jasmani untuk menerapkan permainan tradisional ini pada siswa Sekolah Dasar.</p> <p><strong><em>Kata kunci: </em></strong><strong><em>Permainan Tradisional, Pembelajaran, Pendidikan Jasmani</em></strong><strong>.</strong></p> Ayi Rahmat Elih Solihatulmilah Usmaedi Usmaedi ##submission.copyrightStatement## 2020-07-01 2020-07-01 4 1 32 39 PENINGKATAN PENGUASAAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN MELALUI PEMBELAJARAN TUNTAS DAN TUTOR SEBAYA (Mastery Learning and Peer Tutors) https://stkipsetiabudhi.e-journal.id/jpds/article/view/92 <p><em>Mastery Learning is a teaching system approach that requires students to thoroughly master each unit of material before moving on to the next unit of material</em><em>. It</em><em> suggest</em><em>s</em><em> that the focus of instruction should be the time required for different students to learn the same material and achieve the same level of mastery. This is very much in contrast with classic models of teaching, which focus more on differences in students' ability and where all students are given approximately the same amount of time to learn and the same set of instructions.</em> <em>Mastery learning was developed by John B. Caroll (1963) and Benjamin Bloom (1971). Both develop a learning system that allows all students to achieve a number of educational goals.</em> <em>This model outlines the main factors that influence student learning success, such as talent and the time needed to reach a level of achievement.</em> <em>In mastery learning, there is a shift in responsibilities, so that student's failure is more due to the instruction and not necessarily lack of ability on his or her part. Therefore, in a mastery learning environment, the challenge becomes providing enough time and employing instructional strategies so that all students can achieve the same level of learning. </em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><strong><em>Mastery Learing and Peer Tutor</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penguasaan Pembelajaran adalah pendekatan sistem pengajaran yang mengharuskan siswa untuk menguasai setiap unit materi secara menyeluruh sebelum melanjutkan ke unit materi berikutnya. Ini menyarankan bahwa fokus pengajaran haruslah waktu yang dibutuhkan bagi siswa yang berbeda untuk mempelajari materi yang sama dan mencapai tingkat penguasaan yang sama. Ini sangat kontras dengan model pengajaran klasik, yang lebih berfokus pada perbedaan dalam kemampuan siswa dan di mana semua siswa diberikan waktu belajar yang kira-kira sama dan serangkaian instruksi yang sama. Pembelajaran penguasaan dikembangkan oleh John B. Caroll (1963) dan Benjamin Bloom (1971). Keduanya mengembangkan sistem pembelajaran yang memungkinkan semua siswa mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Model ini menguraikan faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa, seperti bakat dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suatu tingkat prestasi. Dalam penguasaan pembelajaran terjadi pergeseran tanggung jawab, sehingga kegagalan siswa lebih disebabkan oleh pengajaran dan bukan karena kurangnya kemampuan di pihaknya. Oleh karena itu, dalam penguasaan lingkungan belajar, tantangan menjadi menyediakan waktu yang cukup dan menerapkan strategi pembelajaran sehingga semua siswa dapat mencapai tingkat pembelajaran yang sama.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><strong><em>Pengusasaan Pembelajaran dan Tutur Sebaya</em></strong></p> Habib Cahyono ##submission.copyrightStatement## 2020-07-01 2020-07-01 4 1 40 51 PENGARUH MOTIVASI BELAJAR, PERHATIAN ORANG TUA, DAN KEBUGARAN JASMANI TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN https://stkipsetiabudhi.e-journal.id/jpds/article/view/93 <p><em>Problems in SMPN 1 Maja students show that student learning outcomes for Sports Education and Physical Health are still below average. Student learning outcomes at SMPN 1 Maja are influenced by many factors, which are influenced by studies of parents' motivation and attention, as well as physical fitness. The purpose of this study was to determine the direct and indirect effect of variations in learning motivation, parenting, and physical fitness on learning outcomes of Physical Sports and Health Education. The research method is a quantitative approach path analysis. The population was all students at SMPN 1 Maja and all students at SMPN 3 Maja in 2020/2021, totaling 129 students. The sampling method was carried out by using Proportional Stratified Random Sampling, with a sample of 91 students. Data were collected using a questionnaire for learning motivation and parental attention, physical fitness tests for physical fitness and second semester test results for learning outcomes of Physical Sports and Health Education. The results of the data analysis showed that: (1) Motivation to learn directly affects learning outcomes of Physical Sports and Health Education by around 15%. (2) Parents' attention does not directly affect the learning outcomes of Physical Sports and Health Education. (3) Physical fitness directly affects the learning outcomes of Sports and Physical Health Education around 62.1%. (4) The study of motivation and physical fitness indirectly affects the results of physical exercise and health education around 19.2%. (5) Parents' attention and physical fitness do not indirectly affect the learning outcomes of Physical Sports and Health Education. (6) Parents' attention and learning motivation indirectly affect the learning outcomes of Sports Education and Physical Health by 16.9%.</em></p> <p><strong><em>Keywords; The Role of Motivation, Exercise in improving, Physical Fitness.</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Permasalahan &nbsp;pada siswa SMPN 1 Maja menunjukkan hasil belajar siswa terhadap Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Jasmani masih di bawah rata-rata. Hasil belajar siswa di SMPN 1 Maja dipengaruhi oleh banyak faktor, yang dipengaruhi oleh studi motivasi dan perhatian orang tua, serta kebugaran fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara variasi motivasi belajar, pengasuhan orang tua, dan kebugaran fisik terhadap hasil belajar Olahraga Fisik dan Pendidikan Kesehatan. Metode penelitian adalah analisis jalur pendekatan kuantitatif. Populasi adalah semua siswa di SMPN 1 Maja dan semua siswa di SMPN 3 Maja tahun 2020/2021 yang berjumlah 129 siswa. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Proportional Stratified Random Sampling, dengan sampel 91 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner untuk motivasi belajar dan perhatian orang tua, tes kebugaran jasmani untuk kebugaran jasmani dan hasil tes semester II untuk hasil belajar Olahraga Fisik dan Pendidikan Kesehatan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) Motivasi belajar secara langsung mempengaruhi hasil belajar Olahraga Fisik dan Pendidikan Kesehatan sekitar 15%. (2) Perhatian orang tua tidak secara langsung mempengaruhi hasil belajar Olahraga Fisik dan Pendidikan Kesehatan. (3) Kebugaran fisik secara langsung mempengaruhi hasil belajar Olahraga dan Pendidikan Kesehatan Fisik sekitar 62,1%. (4) Studi motivasi dan kebugaran fisik secara tidak langsung mempengaruhi hasil Olahraga Fisik dan Pendidikan Kesehatan sekitar 19,2%. (5) Perhatian orang tua dan kebugaran fisik tidak secara tidak langsung mempengaruhi hasil belajar Olahraga Fisik dan Pendidikan Kesehatan. (6) Perhatian orang tua dan motivasi belajar secara tidak langsung berpengaruh terhadap hasil belajar Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Jasmani sebesar 16,9%.</p> <p><strong>Kata kunci;</strong> Peranan Motivasi, Latihan Dalam meningkatkan, Kebugaran Jasmani.</p> Dedi Aryadi ##submission.copyrightStatement## 2020-07-01 2020-07-01 4 1 52 62