PENINGKATAN PENGUASAAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN MELALUI PEMBELAJARAN TUNTAS DAN TUTOR SEBAYA (Mastery Learning and Peer Tutors)

  • Habib Cahyono STKIP Setiabudhi

Abstract

Mastery Learning is a teaching system approach that requires students to thoroughly master each unit of material before moving on to the next unit of material. It suggests that the focus of instruction should be the time required for different students to learn the same material and achieve the same level of mastery. This is very much in contrast with classic models of teaching, which focus more on differences in students' ability and where all students are given approximately the same amount of time to learn and the same set of instructions. Mastery learning was developed by John B. Caroll (1963) and Benjamin Bloom (1971). Both develop a learning system that allows all students to achieve a number of educational goals. This model outlines the main factors that influence student learning success, such as talent and the time needed to reach a level of achievement. In mastery learning, there is a shift in responsibilities, so that student's failure is more due to the instruction and not necessarily lack of ability on his or her part. Therefore, in a mastery learning environment, the challenge becomes providing enough time and employing instructional strategies so that all students can achieve the same level of learning.

Keywords: Mastery Learing and Peer Tutor

 

Abstrak

Penguasaan Pembelajaran adalah pendekatan sistem pengajaran yang mengharuskan siswa untuk menguasai setiap unit materi secara menyeluruh sebelum melanjutkan ke unit materi berikutnya. Ini menyarankan bahwa fokus pengajaran haruslah waktu yang dibutuhkan bagi siswa yang berbeda untuk mempelajari materi yang sama dan mencapai tingkat penguasaan yang sama. Ini sangat kontras dengan model pengajaran klasik, yang lebih berfokus pada perbedaan dalam kemampuan siswa dan di mana semua siswa diberikan waktu belajar yang kira-kira sama dan serangkaian instruksi yang sama. Pembelajaran penguasaan dikembangkan oleh John B. Caroll (1963) dan Benjamin Bloom (1971). Keduanya mengembangkan sistem pembelajaran yang memungkinkan semua siswa mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Model ini menguraikan faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa, seperti bakat dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suatu tingkat prestasi. Dalam penguasaan pembelajaran terjadi pergeseran tanggung jawab, sehingga kegagalan siswa lebih disebabkan oleh pengajaran dan bukan karena kurangnya kemampuan di pihaknya. Oleh karena itu, dalam penguasaan lingkungan belajar, tantangan menjadi menyediakan waktu yang cukup dan menerapkan strategi pembelajaran sehingga semua siswa dapat mencapai tingkat pembelajaran yang sama.

Kata Kunci: Pengusasaan Pembelajaran dan Tutur Sebaya

Published
2020-07-01
How to Cite
Cahyono, H. (2020). PENINGKATAN PENGUASAAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN MELALUI PEMBELAJARAN TUNTAS DAN TUTOR SEBAYA (Mastery Learning and Peer Tutors). Jurnal Pendidikan Dasar Setiabudhi, 4(1), 40-51. Retrieved from https://stkipsetiabudhi.e-journal.id/jpds/article/view/92

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.